
Pernahkah sahabat bermain puzzel?, yah permainan menyusun satu persatu bagian kecil gambar dan kemudian menjadikanya gambar yang utuh. Bila kita bayangkan secara jelas bahwa permainan puzzle adalah seperti kita mencari jawaban atas rasa penasaran kita terhadap sebuah gambar yang sedang kita bangun, kita tentunya tidak akan mampu dengan jelas mengartikan bentuk gambar sebelum gambar itu tersusun semua denga rapi. Demikianlah juga dengan rasa kepercayaan. Ya..kepercayaan apa saja, kepercayaan pada agama, pasangan, orang lain, sampai kepercayaan kepada apa yang mau kita makan. semua dilandasi oleh rasa percaya yang kita berikan pada sesuatu yang kita percayai.
Dan mengapa kepercayaan di gambarkan sebagai puzzle, karena kita tidak akan memiliki kepercayaan 100% bila kita tidak mengetahui secara jelas apa yang kita percayai. Contohnya yang terjadi dinegara kita, dimana dagelan politik yang terjadi kebanyakan membuat kita bingung, dari kasus Ketua KPK Antasari Azhar, Bank Century sampai kasusnya Susno Duaji. Seolah-olah kita dihadapkan pada sesuatu yang membingungkan. Banyak potongan-potongan puzzle fakta yang saling berserakan yang coba disusun oleh warga bangsa ini, dan itu semua belum jelas. Jadi kita akan sulit mengatakan saya percaya 100% pak Susno, saya percaya Kapolri, kalau saya percaya SBY….. nah loh…kalau kita Tanya jujur pasti kita jawab, saya tidak percaya pada semua mereka, saya lebih percaya ke ibu saya karena dia yang melahirkan kita dan tau bagaimana pribadinya.
Itulah sahabat, sebenarnya untuk membangun kepercayaan itu sangatlah mudah syaratnya, cukup kita selalu Jujur dan Trasparan. Dan mengemas kejujuran itu dengan karya nyata yang bukan hanya bicara bahawa saya layak dipercaya karena saya jujur. Namun kenapa juga perlu dikemas, apa kejujuran itu tidak benar sehingga perlu polesan lagi. Maksudnya kebenaran tetaplah kebenaran, namun kita harus juga pandai meletakkan kebenaran itu pada kondisi, situasi dan moment yang tepat, sehingga bisa efektif. Seperti ketika menasehati orang mabuk dengan cara yang kasar, dan dalam ketika mereka mabuk…kan kurang tepat, tidak berdampah, walaupun niatnya mau nasehati.
Kembali lagi ke masalah kepercayaan sahabat.. bila sahabat ingin menjadi manusia yang sangat terpercaya, dipercaya, dan kredibel… sahabat harus berani menunjukkan setiap keping puzzle kehidupan sahabat kepada orang lain, berusahalah jujur tanpa topeng dan bijaksana.
Sekarang bagaimana menyususn puzzle dirikita agar kita bisa jujur dan trasparan…?? Memang tidak semua orang pandai menyusun kehidupanya sendiri, karena terkadang kita ini lebih pandai berkomentar tentang orang lain dibanding mengomentari diri kita sendiri… coba lihat di Facebook..orang sibuk mengomentari diri orang lain dan jarang mengomentri dirinya sendiri… Malu kali yaa….
Pertama, kita harus lebih tau dahulu gambaran akhir dari Puzzle kehidupan kita. Ini seperti harapan besar yang ingin kita capai. Kenapa kita harus mempunyai gambaran akhir, karena kita akan lebih mudah menyusun puzle tersebut. Coba saja susun puzle yang tak ada gambar contohnya…. pasti akan susah…. bagaimana dengan kehidupan manusia, apa contohnya… gampang..bagi kita kaum muslim contohnya adalah Rasullulah Muhammad, dia adalah gambaran puzzel sempurna sebuah kehidupan. Jujur, Amanah, dan lain sebagainya. Jadi buat gambaran puzzelmu dulu.
Kedua, Mengerti cara menyususnnya puzelnya. Coba sahabat banyangkan bila kita buta warna, buta bentuk, dan sering lalai dalam mengumpulkan puzzle kita. Pasti ada saja susuna puzzlenya yang tidak sesuai posisi, warna gambar yang tidak pas, atau bahkan sebagian keping puzzle yang hilang (ini lebih parah). Jadi mengerti cara memahami kehidupan adalah syarat bagaimana kita tak buta warna, dan tidak kenal lelah mengetahui hal-hal baru dalam hidup ini, untuk melengkapi keping puzle kita yang hilang dan kemudian memasangnya di tempat yang tepat.
Disitulah sahabat, bahwa dengan menyusun Puzzle kehidupan kita dengan jelas, gamlang dan trasparan… maka gambaran hidup kita akan dapat dinilai secara apa adanya oleh orang lain dan akan dibuktikan oleh waktu bahwa kita adalah orang yang pantas untuk di percayai……. Sudahkah anda menjadi manusia terpercaya…??? Cepat susun Puzzle anda…??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar